Sumber Daya Manusia

on Rabu, 28 November 2012

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan
Salah satu hal terpenting untuk mengetahui peran dan fungsi sumber daya manusia adalah adanya pengukuran sumberdaya manusia itu sendiri. Tidak diragukan bahwa pengukuran kinerja dibutuhkan untuk semua orang yang memilih untuk memiliki peran dalam organisasinya. Para pakar manajemen setuju bahwa pengukuran kuantitatif diperlukan dalam sumberdaya manusia. Data kuantitatif adalah bagian dari setiap kegiatan operasional organisasi.
Perencanaan sumber daya manusia adalah suatu proses yang terdiri dari peramalan penentuan sasaran perencanaan strategis, evaluasi dan implementasi program. Pada dasarnya menuntut  peramalan dikembangkan di ketrampilan atau kategori pekerjaan spesifik relevan kepada statusnya dan organisasi. Ketika ketrampilan atau kategori pekerjaan dikenali, perencanaan harus mencari informasi yang akan membantu meramalkan apapun kebutuhan orang-orang dengan ketrampilan itu atau dalam kategori pekerjaan itu atau berkurang dimasa datang.
Sistem informasi sumber daya manusia atau Human resource information system merupakan sistem informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer di fungsi sumber daya manusia Dulunya sumber daya manusia bernama departemen personalia tetapi seiring berjalannya waktu dirubah menjadi sumber daya manusia.
Komponen output sumber daya manusia
Enam macam kelompok output dapat dihasilkan oleh sistem informasi sumber daya manusia, yaitu :
1.      Informasi-informasi tentang perencanaan tenaga kerja merupakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer atas untuk merncanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja (turnover), anggaran biaya tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu sendiri.

2.      Informasi-informasi tentang pengadaan tenaga kerjaa atau rekruitmen  merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal maupun internal. Informasi-informasi ini diantaranya adalah Informasi pasar tenaga kerja, penjadwalan wawancara, perekruitan dan analisis rekruitmen.


3.      Informasi-informasi tentang pengelolaan tenaga kerja merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya manusia di dalam organisasi. Informasi-informasi ini meliputi informasi-informasi pelatihan, penilaian atau evaluasi kerja, evaluasi keahlian, karir, realokasi jabatan, sukseksi, kedisiplinan.

4.      Informasi-informasi tentang kompensasi meliputi tentang informasi penggajian dan kompensasinya yang meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus, analisis kompensasi dan perencanaan kompensasi.


5.      Informasi-informasi tentang benefit meliputi benefit yang diterima oleh karyawan. Benefit berbeda dengan kompensasi. Kompensasi lebih ke insentif yang dihubungkan dengan kinerja karyawannya, sedang benefit lebih ke manfaat tambahan yang diterima karyawan seperti dana pensiun.

6.      Informasi-informasi tentang lingkungan kerja. Informasi-informasi ini berhubungan dengan keluhan-keluhan, kecelakaan selama kerja, kesehatan karyawan dan lingkungan kerjanya.
Komponen input sumber daya manusia
Komponen input sumber dayA manusia  terdiri dari tiga bagian, yaitu :
1.      Dua bagian untuk mendapatkan data internal
Sumber data internal terdiri dari dua bagian yaitu :
A.    Data keuangan dapat diambilkan dari basis data akuntansi.
B.     Data non sumber keuangan dapat diperoleh melalui riset sumber daya manusia. Data dari riset ini umumnya diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden dan survei daftar pertanyaannya
2.      Sumber data eksternal atau disebut dengan human resource intellegent data. Sumber daya manusia eksternal berhubungan dengan data dari lingkungan luar seperti data serikat pekerja, pemerintah, lulusan universitas dan bursa tenga kerja. Data serikat pekerja yang dibutuhkan misalnya kontrak-kontrak kerja dengan serikat pekerja serta aturan-aturan yang diisyaratkan oleh sserikat pekerja. Data pemerintah berupa aturan-aturan pemerintah tentang ketenaga kerjaan.

Referensi
HM, Jugiyanto. 2003. sistem teknologi informasi. Yogyakarta : ANDI.

0 komentar:

Poskan Komentar